Translate

Sabtu, 12 Januari 2013

#Ilmu Sosial Dasar : ILMU PENGETAHUAN , TEKNOLOGI , dan KEMISKINAN



a.     A.  Pendahuluan
IPEK saat ini tidak lepas dari kehidupan kita sehari-hari dari bangun tidur sampai
tidur lagi. Dengan ada nya IPEK membuat pekerjaan kita yang sulit menjadi mudah, lebih modern lagi akan tetapi nampak nya bagi kehidupan miskin tidak terlepas karna akan tergantikan pekerjaan manusia dengan robot mesin yang lebih modern.
apakah dengan adanya IPEK kita akan lebih baik ?
itu yang jadi pertanyaan saat ini yang masih simpang siur. Jadi , tentang ILMU PENGETAHUAN , TEKNOLOGI dan KEMISKINAN ?

PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN
  M. IZUDDIN TAUFIQ Ilmu adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya.

 THOMAS KUHN
Ilmu adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, bail dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya.

Ilmu Pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional, sistimatik, logik dan konsisten. Hasilnya dari ilmu pengetahuan dapat dibuktikan dengan percobaan yang transparan
dan objektif. Ilmu pengetahuan mempunyai spektrum analisis amat luas, mencakup persoalan yang sifatnya supermakro, makro dan mikro. Hal ini jelas terlihat, misalnya pada ilmu-ilmu: fisika, kimia, kedokteran, pertanian, rekayasa, bioteknologi, dan sebagainya.
Jadi , ilmu pengetahuan yaitu suatu proses yang bersifat informasi berdasarkan observasi yang kita lakukan untuk mengertahuan hasil yang bermanfaat untuk orang lain.

4 Hal Sikap yang Ilmiah

1.Sikap ingin tahu : apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya,maka ia beruasaha mengetahuinya; senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiea; kebiasaan menggunakan alat indera sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah; memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen.

2.Sikap kritis : Tidak langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti yang kuat, kebiasaan menggunakan bukti – bukti pada waktu menarik kesimpulan; Tidak merasa paling benar yang harus diikuti oleh orang lain; bersedia mengubah pendapatnya berdasarkan bukti-bukti yang kuat.

3.Sikap obyektif : Melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan bias pribadi dan tidak dikuasai oleh pikirannya sendiri. Dengan kata lain mereka dapat mengatakan secara jujur dan menjauhkan kepentingan dirinya sebagai subjek.

4.Sikap ingin menemukan : Selalu memberikan saran-saran untuk eksprimen baru; kebiasaan menggunakan eksprimen-eksprimen dengan cara yang baik dan konstruktif.

PENGERTIAN TEKNOLOGI
            Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
Jadi , teknologi adalah suatu proses yang sudah dibuat oleh manusia untuk membantu pekerjaan manusia untuk kehidupan sehari-hari nya .

PENGERTIAN KEMISKINAN
              Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:

   -  Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipsdfgeggahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  -  Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  -  Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Penyebab kemiskinan

Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:

 -   penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
 -   penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
 -   penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
  -  penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
  -  penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

B. HUBUNGAN ILMU PENGETAHUAN , TEKNOLOGI  , dan KEMISKINAN  ?
                Era globalisasi menjadikan manusia semakin berkembang salah satu nya dalam IPEK, tidak lepas dari rasa ingin tahu yang kuat ingin menciptakan lebih dari yang sebelum nya akan tetapi IPEK tersebut apabila tidak terkontrol secara baik akan merugikan pihak-pihak lain contoh nya dalam dunia industri saat ini , memang robot mesin akan memproduksi lebih banyak lagi akan tetapi tenaga manusia akan tergantikan oleh karna itu pengangguranpun tidak terhindarkan. Pemerintahpun harus menanganin serius masalah ini bukan saja kemiskinan akan menjadi-jadi karna sikap serakah dan teknologi yang salah digunakan. Sebaik nya IPEK mencegah kemiskinan bukan menjadi semakin banyak.



SUMBER :
 http://gunadarma.ac.id/
 








nNama : Andini Eka Pawitri
kKelas : 1KA20
NPM: 10112799




 

Senin, 22 Oktober 2012

#Ilmu Sosial Dasar : PEMUDA & SOSIALILASI


PEMUDA dan SOSIALISASI
  

   A. PENDAHULUAN

 Pemuda dan sosialisasi merupakan suatu ikatkan yang saling berhubungan dikehidupan sehari-hari dalam ruang lingkup pergaulan dikalangan mahasiswa .Pemuda dan sosialisasi adalah pengaruh besar membawa perubahan yang lebih baik lagi tuk negara nya dan kemajuan teknologi yang ada .Ada nya kemerdekaan Indonesia 1945 dan sumpah pemuda adalah contoh bukti kegigihan dan semangat jiwa seorang pemuda tanpa pemuda tidak adaya pembrotakan tuk mengusir penjajah , kemerdakaan hasil dari perjuang bangsa Indonesia salah satu yaitu pemuda kita yang terkenal seperti Boedi Utomo dan masih banyak pemuda yang rela berkorban demi negera nya .Pemuda dan sosialisasi tidak selapas dari satu sama lain , selengkap nya mari kita ulas kembali apa itu pemuda dan sosialisasi ?


- PENGERTIAN PEMUDA 

Princeton mendefinisikan kata pemuda (youth) dalam kamus Webstersnya sebagai “the time of life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person”.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemuda adalah sebuah kehidupan yang berdiri direntang masa kanak-kanak dan masa dewasa dimasa inilah seorang pemuda bersifat labil, kontrol emosi dan kstabilan pendirian masih bisa dipengaruh oleh pihak luar. Seorang pemuda mempunyai ciri yang khas yang menggambarkan seperti apa ia terlihat yang menunjukkan kepribadiannya.
Pemuda adalah salah satu generasi penerus bangsa dalam satu organisasi kelompok ataupun lembaga dapat terjun langsung kelingkungan sekitarnya sebagai kaum yang memiliki rasa ingin tau yang tinggi tanpa pemuda tidak ada berubahan seperti sekarang.
Pemuda juga memiliki peranan tertentu contoh pemuda dalam pemberantas kasus korupsi , pemuda peduli lingkungan sekitar dan masih banyak lagi.

- POTENSI-POTENSI PEMUDA 

a.Idealis dan daya kritis : secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada , maka ia dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.
b.dinamika dan kreatifitas.
c.keberanian mengambil resiko
d.optimis dan kegairahan semangat
e.sikap kemandirian dan disiplin murni
f.terdidik
g.keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan.
h.patriotismedan nasionalisme
i.sikpa kesatria
j.kemampuan kekuasaan ilmu dan teknologi.


- PENGERTIAN SOSALISASI

        Macionis :pengalaman sosial sepanjang hidup yg memungkinkan seseorang mengembangkan potensi kemanusiannya & mempelajari pola2 kebudayaan.
Broom & Selznic :proses membangun/menanamkan nilai2 kelompok pada diri seseorang.
Jadi kesimpulan saya adalah cara sosial kehidupan masyarakat untuk berinteraksi antar individu dengan individu yang lain nya untuk saling membutuhkan dan mengembangkan kemampuan individu tersebut agar dapat diterima oleh masyarat.
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.

- AGEN SOSIALILASI

Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Ada empat agen sosialisasi yang utama, yaitu keluarga, kelompok bermain, media massa, dan lembaga pendidikan sekolah.

Pesan-pesan yang disampaikan agen sosialisasi berlainan dan tidak selamanya sejalan satu sama lain. Apa yang diajarkan keluarga mungkin saja berbeda dan bisa jadi bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh agen sosialisasi lain. Misalnya, di sekolah anak-anak diajarkan untuk tidak merokok, meminum minman keras dan menggunakan obat-obatan terlarang (narkoba), tetapi mereka dengan leluasa mempelajarinya dari teman-teman sebaya atau media massa.

Proses sosialisasi akan berjalan lancar apabila pesan-pesan yang disampaikan oleh agen-agen sosialisasi itu tidak bertentangan atau selayaknya saling mendukung satu sama lain. Akan tetapi, di masyarakat, sosialisasi dijalani oleh individu dalam situasi konflik pribadi karena dikacaukan oleh agen sosialisasi yang berlainan.

   1. Keluarga (kinship)

Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family), agen sosialisasinya menjadi lebih luas karena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputi kakek, nenek, paman, dan bibi di samping anggota keluarga inti. Pada masyarakat perkotaan yang telah padat penduduknya, sosialisasi dilakukan oleh orang-orabng yang berada diluar anggota kerabat biologis seorang anak. Kadangkala terdapat agen sosialisasi yang merupakan anggota kerabat sosiologisnya, misalnya pramusiwi, menurut Gertrudge Jaeger peranan para agen sosialisasi dalam sistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam ligkugan keluarganya terutama orang tuanya sendiri.

   2. Teman pergaulan

Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.

Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan tidak sederajat (berbeda usia, pengalaman, dan peranan), sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya. Oleh sebab itu, dalam kelompok bermain, anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orang-orang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan.

   3. Lembaga pendidikan formal (sekolah)

Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.

  4.  Media massa

Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
 Contoh:
   Penayangan acara SmackDown! di televisi diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalam beberapa kasus.
        Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.
        Gelombang besar pornografi, baik dari internet maupun media cetak atau tv, didahului dengan gelombang game eletronik dan segmen-segmen tertentu dari media TV (horor, kekerasan, ketaklogisan, dan seterusnya) diyakini telah mengakibatkan kecanduan massal, penurunan kecerdasan, menghilangnya perhatian/kepekaan sosial, dan dampak buruk lainnya.

    Agen-agen lain

Selain keluarga, sekolah, kelompok bermain dan media massa, sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama, tetangga, organisasi rekreasional, masyarakat, dan lingkungan pekerjaan. Semuanya membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dalam beberapa kasus, pengaruh-pengaruh agen-agen ini sangat besar.

- Tipe Sosialisasi
 
Agar sosialisasi dapat berjalan lancar, tertib dan berlangsung terus menerus maka terdapat dua tipe sosialisasi yaitu formal dan informasi.
  1. Formal, sosialisasi ini terbentuk melalui lembaga yang dibentuk oleh pemerintah dan masyarakat yang memiliki tugas khusus dalam mensosialisasikan nilai, norma dan peranan-peranan yang harus dipelajari oleh masyarakat.
  2. Informal, sosialisasi ini terdapat dalam pergaulan sehari-hari yang bersifat kekeluargaan.

- Jenis Sosialisasi
  • Sosialisasi Primer Yakni Sosialisasi pertama (dini) yang diterima oleh seseorang dari linngkungan keluarganya.
  • Sosialisasi Sekunder Merupakan kelanjutan dari sosialisasi primer.

Jadi pemuda dan sosialisasi adalah hubungan sosial yang tidak lepas dari kehidupan dalam bermasyarakat mulai dari rumah yaitu keluarga kita sendiri sampai kegiatan diluar merupakan saling terikatan. Tanpa pemuda tidak akan ada pembaruan , tanpa sosilisasi tidak ada nya proses sosial dikalang masyarakat ataupun didunia. Tapi tidak lupa semua itu terjalin berkat ada nya usaha dan kerja keras menjadi lebih baik lagi. Manusia tak akan pernah puas tidak salah nya selalu ada yang berubah dalam diri nya dan lingkungan sekitar.
      
   B. DAFTAR PUSTAKA





Nama : ANDINI EKA PAWITRI
Kelas :1KA20
NPM : 10112799

Sabtu, 06 Oktober 2012

Ilmu Sosial Dasar : KEPENDUDUKAN , MASYARAKAT dan KEBUDAYAAN

KEPENDUDUKAN , MASYARAKAT dan KEBUDAYAAN


A.    PENDAHULUAN
Mungkin kita tak asing dengan kata tersebut bahkan sempet menjadi berita hangat baik melalui media elektronik ataupun media cetak . Layak nya seperti makaan pokok dalam kehidupan kita misal nya seperti tarian reog ponorogo yang diklaim oleh negara Malaysia itu sebaik kecil dari contoh yang ada disekeliling kita . Mari kita bahas lebih lanjut apa itu KEPENDUDUKAN , MASYARAKAT dan KEBUDAYAAN ?

1.    DEFINISI KEPEDUDUKAN
Kependudukan atau penduduk dalam definisi nya terbagi 2 yaitu :
-    Orang yang tinggal di daerah tersebut
-    Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut .Dengan kata lainorang yang mempunyai surat resmi di daerah situ .
Dalam sosiologi , penduduk adalah kumpulan manusia yang menepati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masalah-masalahkepedudukandiantaralain:.
•    Kepadatan Penduduk yaitu terjadi akibat luas suatu wilayah tertentu melebihin kapasitas dalam arti luas wilayah hanya berapa tapi penduduk yang menepati lebih banyak akibat nya sering di nama kan dengan padat penduduk.
•    Piramida Kependudukan yaitu menggambarkan suatu perkembangan tentang suatu wilayah tertentu dalam kurun waktu tertentu apakah penduduk tersebut meningkat ataupun menurun.
•    Pengangguran yaitu dimana lowongan pekerjaan yang dibutuhkan tidak sebading dengan daya tampung sebuah perusahaan tersebut , makin tahun makin meningkat angkat pengangguran di Indonesia contoh nya banyak orang yang berimigran ke kota besar untuk pendapatkan pekerjaaan yang layak namun karna daya tampung sebuah perusahan yang tidak memungkin dan akhir nya sulit mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Sejalan dengan proyeksi populasi, angka ini terus bertambah dengan kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Diperkirakan seperlima dari seluruh manusia yang pernah hidup pada enam ribu tahun terakhir, hidup pada saat ini.
Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia akan mencapai 7 miliar jiwa.Badan Kepududukan PBB menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal dimana penduduk dunia mencapai 6 miliar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5 miliar jiwa.
Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2005):
1.    Republik Rakyat Cina (1.306.313.812 jiwa)
2.    India (1.103.600.000 jiwa)
3.    Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)
4.    Indonesia (241.973.879 jiwa)
5.    Brasil (186.112.794 jiwa)
6.    Pakistan (162.419.946 jiwa)
7.    Bangladesh (144.319.628 jiwa)
8.    Rusia (143.420.309 jiwa)
9.    Nigeria (128.771.988 jiwa)
10.    Jepang (127.417.244 jiwa)
Dalam populasi negera Indonesia pada tahun 2005 , negara ini peringkat ke-4 setelah CINA , INDIA dan AMERIKA . Adapun faktor yang mempengaruhi yaitu : kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas) dan perpindahan (migrasi).

2. DEFINISI MASYARAKAT
    Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mempunyai hubungan , memiliki kepentingan bersama dan memiliki budaya . Masyarakat Indonesia dulu dijuluki masyarakat yang ramah sehingga turis asing sangat senang berkunjung ke Indonesia namun di jaman era globalisasi semakin kesini menjadi lebih individualisme oleh masuk nya budaya barat tanpa disaring terlebih dahulu dan hanya mementingkan diri sendiri.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemasalahatan.

3.  DEFINISI  KEBUDAYAAN
Kebudayaan atau budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial:
1.    tekanan kerja dalam masyarakat
2.    keefektifan komunikasi
3.    perubahan lingkungan alam.

KESIMPULAN ANTARA KEPEDUDUKAN , MASYARAKAT dan KEBUDAYAAN ?
Setelah dibahas tentang 3definisi di atas dapat saya simpulkan bahwa Kependudukan tanpa Masyarakat ditidak akan ada hubungan interaksi sosial satu sama lain serta tanpa Kebudayaan tidak ada adat-istiadat tiap daerah ataupun negara . 3definisi tersebut saling terkaitan satu sama lain dan tanpa kependudukan , masyarakat dan kebudayaan tidak ada nama nya era globalisasi antara negara dan hubungan persahabatan antar negara menjadi kacau. Kebudayaan muncul diciptakan oleh manusia (masyarakat) itu sendiri dan akan dihasil dari kebudayaan tersebut dapat digunakan oleh penduduk sekitar nya .

B.    DAFTAR PUSTAKA



Nama : Andini Eka Pawitri
Kelas : 1KA20
NPM : 10112799